Kamis, 02 Maret 2017
Cerita Sex : Maria Maria - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Cerita Sex : Maria Maria - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Hai sob.... Pada kali ini akan saya share lagi cerita sex, cerita yang kali ini akan kita baca bersama sampai crott berjudul Maria Maria, tapi ingat ini khusus dewasa ya crottt... Jadi anak dibawah umur sebaiknya keluar....

Nah, Untuk Membaca Silahkan Klik Link Di Bawah Ini...!!!

Klik Disini Untuk Lanjut Membaca Cerita Sex Yang Berjudul Maria Maria

Maria... Maria... Maria. Itu namaku. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Aku tidak pernah bertanya. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Kami bertiga sangat bahagia. Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Kehadiran mereka membuatku setidaknya "lupa" akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Enam bulan pun berlalu. Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. "Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa", katanya sambil tersenyum hangat. Dan aku pun bertanya, "Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Artis ya?" "Mungkin ya..", kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. "Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini.." Tak kusangka, pertemuanku dengan Erik Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya. Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku. "Ada apa Torian? Apa kau kenal dengan anak ini?", tanyanya. "Tidak", Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. "Sempurna" katanya dingin. "Seperti boneka.." Aku yakin sekali dia bergumam ["..boneka yang aku idam-idamkan"] Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja. Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. "Halo.. Maria" Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. "Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Kamu tidak harus memanggil aku 'ayah' atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik." Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,"Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi." Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat. Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Erik dan Tomi yang sangat menarik. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Erik sangatlah baik padaku. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Dia sangat memanjakan aku. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya. Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. "Erik sudah pulang!!", pikirku senang. Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Pintunya terbuka sedikit. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Erik bersama seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang, kulitnya pun sempurna. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Aku melihat Erik mulai menciumi bibir wanita itu dengan penuh nafsu. Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu. "Ohh..Erik" Pelan-pelan, tangan Erik menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Erik merebahkan wanita itu ke tempat tidur dan menindihnya, tangan Erik bermain-main dengan tubuh wanita itu, menciuminya dengan membabi buta, menciumi leher, menciumi payudara wanita itu sambil meremas-remasnya. "Ohh..Eriik.." Aku mendengar desahan wanita itu. Aku melihatnya. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Aku tidak bisa. Erik pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan 'senjata'nya, kedua kaki wanita itu dipegang dengan tangan Erik dan Erik segera menancapkan 'senjata'nya ke liang wanita yang sudah basah itu dengan sangat kasar. Wanita itu mengerang dengan keras. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata. Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Permainan berakhir. Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Erik. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi. Dia pun membungkukkan tubuhnya, "Hey, tukang ngintip cilik. Aku nggak marah kok. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Tapi, tidak saat ini. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Kalau kamu capek, besok bolos saja." Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat. "Aku..aku..sayang Erik" "Erik adalah milikku..hanya milikku seorang" Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Tak lama, aku pun tertidur lelap. Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Aku senang sekali, karena Erik telah mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun untukku di sebuah hotel bintang 5. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, "Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu.. Dan lagi, sekarang.. kamu semakin cantik." Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu. "Kamu cantik ya Maria? Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik.." Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. "Hey Maria, Erik itu ganteng banget ya? Temennya juga.." ujar Sara sambil tertawa kecil. Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok. Mungkin karena puber. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Tanpa sadar pipiku bersemu merah. Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. "Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik.." Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Aku pun merasa heran dan sedikit takut. "..Erik? Kenapa? Marah yaa? Aku..melakukan kesalahan apa?" Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Aku memekik dan mulai menangis. "Eriik!! Sakit!! Kenapa??!!" Dia melihatku dengan pandangan marah. Kemudian berteriak, "Kenapa??!! Kenapa katamu?! Kamu itu perempuan apa??!! Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Sudah kuputuskan! Kamu harus di hukum atas perbuatanmu barusan dan perbuatanmu 2 tahun yang lalu!!" Deg. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. "Erik marah..", pikirku. Aku pun merasa ketakutan. Aku takut dibenci. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Aku berteriak. "Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!" Erik menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Celana dalamku juga akan dilepasnya. "Erriik!! Jangaan!!", aku berteriak ketakutan. Terlambat, aku sudah telanjang total. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. "Aku harus menjadi orang pertama yang.." Erik tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar. "Hmmphh.." Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya. "Ahh.." Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. "Panas..badanku terasa panas..Erik.." pikirku dalam hati. Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat. "Ahh..!!" nafasku makin memburu. Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. "Hmm..kamu menyukainya bukan? Ya kan, setan cilik?" Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya. "Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya.." Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. "Hhh..!!" "Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa." pikirku. Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan 'senjata'nya ke dalam diriku. "Emm.." aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. "Aaahh..!!" Aku menjerit dan mulai menangis lagi. 'Senjata'nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. "Erriik..!! tidaak!!" aku sangat malu melakukan posisi itu. Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan 'liang'ku menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya. "Ohh..Maria." Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Tubuh Erik mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari 'liang'ku. Aku mendesah panjang. Tubuhku masih bergetar. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. "Hhhmm.. pilihanku memang selalu tepat", gumamnya. Aku memilih untuk diam. Erik bergeser ke sampingku. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya. "Maria, kamu adalah milikku seorang.. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku." Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. "Ya Erik..aku adalah milikmu. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku." Aku masih terisak. "Anak bodoh.. Aku tidak akan pernah membencimu Maria.." Pelukan Erik semakin erat. Mukaku terasa panas. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik. "Terima kasih..Erik." E N D

Nah, itulah cerita sex kali ini, semoga bermanfaat dan bisa membuat anda crott lagi... Hehehe... Maaf saya tidak bertanggung jawab atas semuanya.... Dosa tanggung sendiri yak... :v :v share fb yoooo di link di bawah ini...!!!

Tags : Cerita Sex Maria Maria, Cerita Bokep 17 Tahun Terbaru Maria Maria, Cerita Sex Ngentot Paling Hot, Koleksi Cerita Sex Terbaru Dan Terpopuler, cerita bokep paling gokil, cerita sex smp dan sma, cerita sex guru dan anak sekolah, cerita sex masih kecil 17 tahun keatas... Meracuk.com laguandi.com

Cerita Sex : Mantan Anak Ibu Kost - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Cerita Sex : Mantan Anak Ibu Kost - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Hai sob.... Pada kali ini akan saya share lagi cerita sex, cerita yang kali ini akan kita baca bersama sampai crott berjudul Mantan Anak Ibu Kost, tapi ingat ini khusus dewasa ya crottt... Jadi anak dibawah umur sebaiknya keluar....

Nah, Untuk Membaca Silahkan Klik Link Di Bawah Ini...!!!

Klik Disini Untuk Lanjut Membaca Cerita Sex Yang Berjudul Mantan Anak Ibu Kost

Mantan Anak Ibu Kost Pengalaman aku kali ini berawal beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 1993 - 1996. Saat itu aku baru saja mendapatkan kerjaku di kota Surabaya sehingga untuk mendapatkan rumah dalam waktu dekat tidak mungkin aku lakukan karena terus terang saja, aku belum mendapatkan tabungan yang cukup untuk membeli rumah. Akhirnya aku putuskan untuk kost didaerah dekat kantor. Akhirnya aku dapatkan tempat kost yang aku inginkan, perlu pembaca ketahui, nenek kostku mempunyai cucu perempuan yang saat itu masih berada dibawah bangku SMP, sebut saja namanya Endah. Endah adalah sosok yang mengasyikkan jika dilihat, walaupun dia masih dibangku SMP, Endah mempunyai bentuk tubuh yang montok dan setelah aku banding-bandingkan, Endah mirip dengan seorang selebitris di Indonesia yang masih single sampai sekarang. Oya, sebelumnya namaku Dandy, 30 tahun seorang karyawan di salah satu perusahaan di Surabaya. Singkat cerita, tanpa terasa 2 tahun sudah aku menjalani masa kostku dan karena aku termasuk orang yang supel, aku cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Dan karakter aku itu membuat Endah yang semakin hari semakin ranum dan sexy, tergila-gila dengan aku. Sampai suatu hari aku beranikan diri untuk mencium bibirnya, diluar dugaanku Endah membalas dengan buasnya. Sampai akhirnya aktivitas itu menjadi kegiatan rutin antara aku dengan Endah, sepulang kantor atau memanfaatkan waktu-waktu sepi di kost-kostan. Setiap melakukan hal itu, tanganku yang bandel juga tidak lupa menyelinap di balik CD nya dan sedikit menggesek-gesekan jari telunjukku di ujung clitorisnya. Dan walaupun aku hanya menggesekkan adik kecilku tetapi setiap aktivitas itu, aku selalu mencapai klimaks. 4 tahun ternyata waktu yang sedikit untuk menikmati hal itu. Sampai akhirnya aku harus keluar dari kost-kostan dan Endah harus kuliah di kota dingin Malang. Setelah sekian tahun lamanya aku tidak mendengar kabar tentang Endah, di tahun 2001 aku iseng-iseng call Endah di rumahnya dan walhasil dari obrolan pertama di telepon tersebut, aku dapatkan nomor phone dia di Malang dan juga dia memberikan nomor HP. Akhirnya kita berdua sering kontak via telephone, walaupun aku sudah berstatus nggak bujang lagi, tetapi dia tetap saja bilang kalau masih sayang sama aku. Sampai akhirnya kita janjian untuk ketemu saat dia week end, karena setiap hari itu Endah selalu rajin pulang ke Surabaya. Pucuk ditunggu ulam pun tiba, dengan perasaan deg-degan akhirnya aku bertemu dengan sosok Endah yang dulu masih lugu dan centil, sekarang tumbuh menjadi gadis yang sexy, sintal dengan ukuran bra 34. Waw, semakin aku menelan ludah setiap melihat tubuhnya yang sexy. "Mas Dandy, gimana khabarnya," tanya Endah merusak pikiranku yang jorok. "Ee.. baik, bagaimana dengan kamu?" jawabku gugup. Kita berdua bercerita panjang lebar setelah sekaian lama nggak ketemu, Sampai akhirnya aku harus antar dia balik ke rumahnya di sUrabaya. "En, kamu sudah punya pacar..?" tanyaku. "Lagi blank nih Mas.. " jawab Endha tangkas "O yah, kamu masih inget nggak saat aku ajarin kamu berciuman dulu?" godaku. "Ihh, Mas Dandy emang bandel kok," sambil mencubit lenganku. "Aow..," aku meringis kesakitan. "Kamu mau nggak kalau aku terusin pelajarannya," tanyaku sekali lagi. "Mau aja asal Mas yang ajarin," jawaban Endah membuat aku merinding. Setelah kita bercanda dan bercerita panjang lebar, akhirnya aku menawarkan diri untuk ketemu minggu depannya lagi. "Endah, minggu depan ketemu lagi yuk," ajakku. "Boleh deh Mas..," jawab Endah dengan ceria. "Tapi nginep ya di hotel?" godaku. "Lho ngapain?" Endah balas bertanya. "Katanya mau lanjutin pelajarannya.." aku mencoba memancing . "Nakaall Mas Dandy.. nih." Tanpa terasa akhirnya Endah harus turun di dekat rumahnya. "Ma kasih ya Mas, sampai ketemu minggu depan," sambil pamit Endah mengecup pipiku. Alamak, darah mudaku bergejolak menerima sentuhan bibirnya yang mungil. Aku perhatikan lenggak-lenggok pinggulnya meninggalkan mobil starletku, sembari aku membayangkan seandainya aku bisa menikmati tubuh kamu Endah, duh betapa bahagainya diriku. Satu minggu tanpa terasa aku lewatin, sampailah aku ketemu dengan Endah. Kali ini aku sudah booking hotel berbintang di pinggiran kota untuk satu malam. Tepat pukul 16.30, sepulang kantor aku bergegas mengemasi pekerjaan aku dan meluncur di tempat yang sudah kita sepakati bersama. Bulu kudukku merinding saat dia memasuki mobilku, parfumnya yang harum sontak menggugah saraf kelaki-lakianku. Tanpa pikir panjang, aku segera meluncur menuju hotel yang sudah aku booking sehari sebelumnya. Jujur saja, buat Endah ini adalah hal yang pertama masuk di hotel, sehingga dia sedikit kaku untuk lingkungan yang ada. Setelah chek ni, aku bergegas menuju lift untuk langsung ke kamar. "Mas, aku mau mandi dulu ya..?" pinta Endah. "Oke silahkan, apa mau aku mandiin," godaku. "Nggak ah, nakal Mas Dandy nih.." sambil menjawab seperti itu, Endah bergegas menuju kamar mandi, dengan dibalut sehelai handuk, Endah berjalan gontai menuju kamar mandi. Mataku benar-benar tidak bisa berkedip melihat pemandangan tubuh Endah yang benar-benar menggairahkan. Pikiranku melayang saat membayangkan kemolekan tubuhnya. 20 menit berikutnya Endah keluar kamar mandi dengan menggunakan gaun tidur yang tipis, hingga membuat darah sex aku naik ke ubun-ubun. Akan tetapi aku berusaha mengendalikan gejolak nafsuku di depan Endah karena memang di depan dia, aku adalah figur seorang kakak yang baik. "O ya Endah, kamu mau makan apa sekalian pesannya," tanyaku untuk menutupi gejolak bathinku. "Terserah Mas deh," jawabnya. Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul 20.15 menit dan tanpa terasa kami sudah bercerita panjang lebar, untuk sekedar melepas kangen. Kita berdua bercengkrama, bercanda cerita tentang apapun, sampai akhirnya.. "En, kamu serius mau lanjutin pelajarannya," tanyaku serius. "He eh Mas Dandy," jawabnya. "Endah.." aku tidak meneruskan pertanyaanku karena dengan cepat aku langsung menyerbu bibir Endah yang mungil. "Mas.." Endah mendesah sambil memeluk badanku erat, tangannya yang bandel mulai meraba daerah sensitifku, sesekali memainkan rambutku. Endah mengelus kudukku sehingga membuat aku terangsang hebat. Lidah Endah yang nakal, sesekali mengimbangi lidahku yag menjelajah seluruh bibirnya. Jemariku mulai bergerilya untuk melepas pengait BH Endah. Pengait BH nya terlepas, "Mas.. kamu memang guru yang baik," sambil aku benamkan dalam-dalam wajahku dalam belahan payudaranya yang montok. Sekitar 15 aku bercumbu dengan Endah, aku semakin penasaran dengan apa yang ada dibalik CD nya. Dengan perlahan aku mulai berusaha membuka CD yang dikenakan oleh Endah dan kegiatan aku semakin mudah karena Endah berusaha mengangkat pantatnya sehingga memudahkan aku untuk mempreteli CD nya. Alamak! bulu yang tumbuh masih halus sekali dan baunya wow.. ranum sekali segar, tanpa berpikir panjang aku segera membuka kedua pahanya dan mengunci dengan lenganku sehingga vagina Endah yang masih merah terpampang jelas didepan mataku. Dengan usapan halus, lidahku yang bandel mulai menjelajahi setiap mm permukaan vagina Endah. "Oh.. Mas Dandy.. asyik sekali Mas.. ughh," rintih Endah saat lidahku mulai nakal menguak lubang surganya. Tubuh Endah seperti cacing kepanasan menerima setiapa jilatan lidahku, hisapan lidahku dan sesekali mengangkat pantatnya saat lidahku masuk dalam-dalam lubang vaginanya. Sesekali tangannya meremas rambutku yang sedikit gondrong, dan hal itu membuat gairahku semakin naik. "Mas Dandy.. enak sekali Mas.. oh.. kenapa nggak dulu-dulu Mas," rengek Endah sambil melihat lidahku sedang mengerjai vaginanya. Clitorisnya yang semakin membesar memudahkanku untuk membuat Endah melayang. Ternyata Endah type orang yang mudah orgasme terbukti 15 menit pertama dia mengerang sambil menaik turunkan pantatnya. "Mas.. Mas Dandy, Endah kebelet pipis Mas.. aduh," rintih Enda. "Pipis aja sayang di mulut Mas.." jawabku. "Mas.. aduh.. Endah nggak kuat.." Endah menjerit lirih sambil menggapitkan kedua pahanya di kepalaku. Dengan cekatan aku langsung membuka lebar mulutku dan cairan yang keluar begitu banyak sehingga aku merasakan minum air putih. "Aduh Mas Dandy.. sudah sayang.. uh.. nikmat sekali Mas, kamu memang pandai dalam bercinta aakhh.." kata Endah. Aku tidak mendengar kan rintihannya, karena aku berkonsentrasi untuk ronde berikutnya karena aku ingin Endah merasakan nikmatnya bercinta dengan aku. Setelah cairan yang keluar aku berihkan dengan cara aku jilatin, Endah kembali terangsang saat clitorisnya aku gesek dengan batang kemaluanku. "Wow.. panjang sekali Mas Dandy.. aku suka banget." Endah mulai menjilati dan mengulum batang kemaluanku, sepertinya dia sangat pandai mengoral cowok. "Aakhh.. Endah.. kamu pinter tuh," erangku. Endah tidak menjawab pujianku, dia semakin lahap menelan dan mengulum serta meghisap penisku, aku merem melek setiap penisku masuk dalam mulutnya. Dasar aku, dengan kecepatan yang tidak diduga, aku langsung meraih selangkangan Endah sehingga posisi kamu menjadi 69. Kita berdua saling membuat rangsangan pada daerah-daerah yang sensitif. Tidak selang berapa lama, "Mmm, Mas Dandy.. aku.. pipis lagi.. oh.." Endah menggelepar kedua kalinya menerima serangan lidahku dan aku tidak tinggal diam, segera aku membalikan tubuh Endah dihadapanku dan, "Endah kamu masih virgin?" tanyaku. "Mungkin sudah tidak Mas,?" jawab Endah. Aku sedikit kaget sembari bertanya, "Siapa yang lakukan pertama?" "Aku pernah jatuh Mas, terus ngeluarin darah." Sambil membisikna kata mesra, aku berusaha mencari lubang untuk adik kecilku yang sudah mulai menegang 7 kali lipat dari biasanya. Dengan bantuan sisa cairan yang masih ada di sekitar vagina Endah, penisku mulai mencari lubangnya dan bless. "Mas Dandy.. enak sekali sayang." Endah membantu mempermudah aku untuk memasukan penisku, sambil mendekap tubuhku, dia mulai memutar pinggulnya, sehingga penisku terasa ada yang memijit. "Ooh.. Mas Dandy, kenapa tidak dari dulu kau berikan kenikmatan ini padaku.." Endah berkelenjotan menerima sodokan penisku. "Crek crekk crek" penisku keluar masuk dalam lubang vaginanya yang sudah mulai becek dan basah kuyup. "Mas.. Endah, pipis lagi.. ahh.." Endah menjerit panjang saat orgasme yang ketiga diraihnya. Aku sudah tidak mempedulikan keadaan dia yang masih lemas setelah 3 kali orgasme, aku langsung membalik tubuh Endah sehingga posisi Endah sekarang seperti doggi style. Dengan leluasa aku bisa mengentot Endah dari belakang dengan keringat bercucuran. "Mas.. kamu memang jago.. ooh.. uughh.." Endah merintih saat penisku masuk semua sampai pangkal batang kemaluanku. Tangannya yang halus hanya bisa mencengkeran seprei hotel saat menahan kenikmatan yang aku berikan. Pikiranku hanya satu, aku harus bisa memberikan kepuasan yang abadi untuk Endah, sehingga kalau dia butuh lagi pasti mencariku. 45 menit sudah pergumulan ini terjadi, entah berapa kali sudah Endah orgasme. Sampai akhirnya aku sendiri sudah merasakan klimaks sudah di ubun-ubun. "Endah.. Mas mau keluar nih..," rintihku. "Iya Mas, jangan dikeluarin didalam ya Mas..," pinta Endah. "Iyaa.. sayang.. duh, tubuh kamu benar-benar montok sayang.. uughh." Aku merintih saat dia mulai meggoyang untuk ke sekian kalinya, gila gadis muda yang dulu aku kenal masih lugu, sekarang sudah menjadi pasanganku untuk bercinta. "Endah.. ohh Mas keluar..," secepat kilat aku mencabut penisku dan mengarahkan ke mulut Endah. "Aowww.." spermaku muncrat diwajah Endah. Endah menjilati penisku dengn lahap sampai tidak tesisa sedikitpun spermaku yang keluar. "Mas, kamu memang guru jempolan.. aku sudah 9 kali orgasme, Mas Dandy baru sekali.. kamu hebat Mas," cerita Endah. "Kamu suka sayang," tanyaku. "Suka banget, kamu maukan selalu berikan kenikmatan itu untukku?" balas Endah bertanya. "Iya sayang, aku janji memberikan kenikmatan itu." Endah memelukku dan membimbing aku untuk ke kamar mandi, dan dalam kamar mandipun aku juga melakukan lagi sampai pukul 3 dini hari. Sangat romantis bercinta dengan mantan anak ibu kost, karena dia juga baru pertama ini mengalami orgasme yang luar biasa dan sampai sekarang aku masih kontak-kontak sama dia, tepatnya saat dia butuh, aku segera atur jadwalku. E N D

Nah, itulah cerita sex kali ini, semoga bermanfaat dan bisa membuat anda crott lagi... Hehehe... Maaf saya tidak bertanggung jawab atas semuanya.... Dosa tanggung sendiri yak... :v :v share fb yoooo di link di bawah ini...!!!

Tags : Cerita Sex Mantan Anak Ibu Kost, Cerita Bokep 17 Tahun Terbaru Mantan Anak Ibu Kost, Cerita Sex Ngentot Paling Hot, Koleksi Cerita Sex Terbaru Dan Terpopuler, cerita bokep paling gokil, cerita sex smp dan sma, cerita sex guru dan anak sekolah, cerita sex masih kecil 17 tahun keatas... Meracuk.com laguandi.com

Cerita Sex : Mimpi Jadi Kenyataan - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Cerita Sex : Mimpi Jadi Kenyataan - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Hai sob.... Pada kali ini akan saya share lagi cerita sex, cerita yang kali ini akan kita baca bersama sampai crott berjudul Mimpi Jadi Kenyataan, tapi ingat ini khusus dewasa ya crottt... Jadi anak dibawah umur sebaiknya keluar....

Nah, Untuk Membaca Silahkan Klik Link Di Bawah Ini...!!!

Klik Disini Untuk Lanjut Membaca Cerita Sex Yang Berjudul Mimpi Jadi Kenyataan

Mimpi Itu Jadi Kenyataan Mungkin saya termasuk aneh atau punya kelainan. Bayangkan, sudah punya istri cantik masih merindukan wanita lain. Kurang ajarnya, wanita itu adalah kakak ipar sendiri. Kalau dibanding-bandingkan maka jelas istri saya memiliki beberapa kelebihan. Selain lebih muda, di mata saya lebih cantik dan manis. Postur tubuhnya lebih ramping dan berisi. Sedangkan kakak ipar saya yang sudah punya dua anak itu badannya sedikit gemuk, tetapi kulitnya lebih mulus. Entah apanya yang sering membuat saya membayangkan berhubungan intim dengan dia. Perasaan itu sudah muncul ketika saya masih berpacaran dengan adiknya. Semula saya mengira setelah menikah dan punya anak perasaan itu akan hilang sendiri. Ternyata lima tahun kemudian setelah punya anak berusia empat tahun, perasaan khusus terhadap kakak ipar saya tidak menghilang. Bahkan terasa tambah mendalam. Ketika menggauli istri saya seringkali tanpa sadar membayangkan yang saya sebadani adalah kakak ipar, dan biasanya saya akan mencapai puncak kenikmatan paling tinggi. Ketika bertemu saya sering secara sembunyi-sembunyi menikmati lekuk-lekuk tubuhnya. Mulai dari pinggulnya yang bulat besar hingga buah dadanya yang proporsional dengan bentuk tubuhnya. Sesekali saya sukses mencuri lihat paha atau belahan buah dadanya yang putih mulus. Jika sudah demikian maka jantung akan berdetak sangat kencang. Nafsu saya menjadi begitu bergelora. Pernah suatu ketika saya mengintip saat dia mandi di rumah saya lewat lubang kunci pintu kamar mandi. Namun karena takut ketahuan istri dan orang lain, itu saya lakukan tanpa konsentrasi sehingga tidak puas. Keinginan untuk menikmati tubuh kakak ipar makin menguat. Namun saya masih menganggap itu hanya angan-angan karena rasanya mustahil dia mau suka rela berselingkuh dengan adik ipar sendiri. Namun entah kenapa di lubuk hati yang paling dalam saya punya keyakinan mimpi gila-gilaan itu akan kesampaian. Cuma saya belum tahu bagaimana cara mewujudkan. Kalau pun suatu waktu itu terjadi saya tidak ingin prosesnya terjadi melalui kekerasan atau paksaan. Saya ingin melakukan suka sama suka, penuh kerelaan dan kesadaran, serta saling menikmati. Mungkin setan telah menunjukkan jalannya ketika suatu hari istri saya bilang kakaknya ingin meminjam VCD porno. Kebetulan saya punya cukup banyak VCD yang saya koleksi sejak masih bujangan. Sebelum berhubungan intim saya dan istri biasa nonton VCD dulu untuk pemanasan meningkatkan gairah dan rangsangan. ''Kenapa kakakmu tiba-tiba pengin nonton VCD gituan ?'' tanya saya pada istri saya. ''Nggak tahu.'' ''Barangkali setelah sterilisasi nafsunya gede,'' komentar saya asal-asalan. Beberapa keping VCD pun saya pinjamkan. Ini salah satu jalan untuk mencapai mimpi saya. Tetapi harus sabar karena semua memerlukan proses dan waktu agak panjang. Setelah itu secara rutin kakak ipar saya meminjam VCD porno. Rata-rata seminggu sekali. ''Dia lihat sendiri atau sama suaminya ?'' tanya saya. ''Ya sama suaminya dong,'' jawab istri saya. ''Kamu cerita sama dia ya sebelum main kita nonton VCD biru ?'' ''Iya ...,'' jawab istri saya malu-malu. ''Wah rahasia kok diceritakan sama orang lain.'' ''Kan sama saudara sendiri nggak apa-apa.'' ''Eh ... kamu bilang sama dia, kapan-kapan kita nonton bareng yuk ...'' ''Maksudmu ?'' ''Ya dia dan suaminya nonton bareng sama kita.'' ''Huss ... malu ah ...'' ''Kenapa malu ? Toh kita sama-sama suami istri dan seks itu kan hal wajar dan normal ...'' Sampai di situ saya sengaja tidak memperpanjang pembicaraan. Saya hanya bisa menunggu sambil berharap mudah-mudahan saran itu benar-benar disampaikan kepada kakaknya. Sebulan setelah itu kakak ipar dan suaminya berkunjung ke rumah kami dan menginap. Istri saya mengatakan mereka memenuhi saran saya untuk nonton VCD porno bersama-sama. Diam-diam saya bersorak dalam hati. Satu langkah maju telah terjadi. Namun saya mengingatkan diri sendiri, harus tetap sabar dan berhati-hati. Kalau tidak maka rencana bisa buyar. Malam itu setelah anak-anak tidur kami nonton VCD porno bersama-sama. Saya lihat pada adegan-adegan yang hot kakak ipar tampak terpesona. Tanpa sadar dia mendekati suaminya. Beberapa VCD telah diputar. Tampak nafsu mereka sudah tak terkendali. Saling mengelus dan meremas. Istri saya juga demikian. Sejak tadi tangannya sudah menelusup di balik sarung saya memegangi senjata kebanggaan saya. ''Mbak silakan pakai kamar belakang,'' kata saya kepada kakak ipar setelah melihat mereka kelihatan tak bisa menahan diri lagi. Tanpa berkata sepatah pun kakak ipar menarik tangan suaminya masuk kamar yang saya tunjukkan. ''Sekarang kita gimana ?'' tanya saya menggoda istri saya. ''Ya main dong ...'' Kami berdua segera masuk kamar satunya lagi. Anak-anak kami kebetulan tidur di lantai dua sehingga suara-suara birahi kami tak akan mengganggu tidur mereka. Ketika saya berpacu dengan istri saya, di kamar belakang kakak ipar dan suaminya juga melakukan hal serupa. Jeritan dan erangan kenikmatan wanita yang diam-diam saya rindukan itu kedengaran sampai telinga saya. Saya pun jadi makin terangsang. Malam itu istri saya kembali saya bayangkan sebagai kakak ipar. Saya bikin dia orgasme berkali-kali dalam permainan seks yang panjang dan melelahkan tetapi sangat menyenangkan. Selanjutnya kegiatan bersama itu kami lakukan rutin, minimal seminggu sekali. Sesekali di rumah kakak ipar sebagai variasi. Dua keluarga tampak rukun, meski diam-diam saya menyimpan suatu keinginan lain. Saat anak-anak liburan sekolah saya mengusulkan wisata bersama ke daerah pegunungan. Istri saya, kakak ipar dan suaminya setuju. Tak lupa saya membawa beberapa VCD porno baru pinjaman teman serta playernya. Setelah seharian bermain kesana-kemari anak-anak kelelahan sehingga mereka cepat tertidur. Apalagi udaranya dingin. Sedangkan kami orang tua menghabiskan malam untuk mengobrol tentang banyak hal. ''Eh ... dingin-dingin begini enaknya nonton lagi yuk,'' kata saya. ''Nonton apa ?'' tanya suami kakak ipar. ''Biasa. VCD gituan. Kebetulan saya punya beberapa VCD baru.'' Mereka setuju. Kemudian kami berkumpul di kamar saya, sedangkan anak-anak ditidurkan di kamar kakak ipar yang bersebelahan. Jadilah di tengah udara dingin kami memanaskan diri dengan melihat adegan-adegan persetubuhan yang panas beserta segala variasinya. Sampai pada keping ketiga tampak kakak ipar sudah tak tahan lagi. Dia merapat ke suaminya, berciuman. Istri saya terpengaruh. Wanita itu mulai meraba-raba selangkangan saya. Senjata kebanggaan saya sudah mengeras. ''Ayo kita pindah ....'' bisik istri saya. ''Husss .. pindah kemana. Di sebelah ada anak-anak. Di sini saja.'' Akhirnya kami bergulat di sofa. Tak risih meski di tempat tidur tidak jauh dari kami kakak ipar dan suaminya juga melakukan hal serupa. Bahkan mereka tampak sangat bergairah. Pakaian kakak ipar sudah tak karuan lagi. Saya bisa melirik paha dan perutnya putih mulus. Mereka berpagutan dengan ganas sehingga sprei tempat tidur juga awut-awutan. Istri saya duduk mengangkangkan paha. Saya tahu, ia minta dioral. Mulut dan lidah saya pun mulai mempermainkan perangkat kelaminnya tanpa melepas celana dalam. ''Ohhhh ... terus .. enakkkkkk, Mas ....'' lenguh istri saya merasa sangat nikmat. Sementara itu ekor mata saya melirik aksi kakak ipar dan suaminya yang berkebalikan dengan saya dan istri. Kakak ipar tampak amat bergairah mengaraoke penis suaminya. Saya pun melanjutkan menggarap vagina dan wilayah sekitarnya milik istri saya. Lidah saya makin dalam mempermainkan lubang, mengisap-isap, dan sesekali menggigit klitoris. ''Ooh ... ahhhhh .... ahhhh ........'' istri saya mengerang keras tanpa merasa malu meski di dekatnya ada kakak kandungnya yang juga sedang bergulat dengan suaminya. Satu demi satu saya lepas pakaiannya yang menghalangi. Pertama celana dalamnya, lalu rok bawahnya. Lenguhan istri saya bersahut-sahutan dengan erangan suami kakak ipar. Beberapa saat kemudian posisi berubah. Istri saya gantian mengulum penis saya, sedangkan suami kakak ipar mulai menggarap kelamin istrinya. Erangan saya pun berlomba dengan erangan kakak ipar. Setengah jam kemudian saya mulai menusuk istri saya. Tak lama disusul suami kakak ipar yang melakukan hal serupa terhadap istrinya. Lenguhan dua perempuan kakak beradik yang dilanda kenikmatan terdengar bergantian. ''Mas, batangmu enakkk sekali ....''' bisik istri saya. ''Lubangmu juga enak,'' jawabku. Sembari menaikturunkan pinggul tanganku meremas-remas payudara istri saya yang meski tidak terlalu besar tetapi padat dan tampak merangsang. Setelah beberapa saat bertahan dalam posisi konvensional, lalu saya memutar tubuh istri saya dan menyetubuhi dari belakang. Saya melirik ke tempat tidur. Posisi kakak ipar berada di atas suaminya. Teriakan dan gerakan naik turunnya sangat merangsang saya untuk merasakan betapa enaknya menyetubuhi kakak ipar. Namun saya harus menunggu saat yang tepat. Kira-kira ketika istri saya, kakak ipar dan suaminya sudah berada di dekat puncak kenikmatannya, sehingga kesadarannya agak berkurang. Sambil menggenjot istri saya dari belakang saya terus melirik mereka berdua. Entah sudah berapa kali istri saya mencapai puncaknya, saya sudah tak begitu memperhatikan lagi. ''Ayo kita ke tempat tidur,'' bisik saya pada istri saya. ''Kan dipakai .... '' Saya segera menggendong tubuhnya, lalu menelentangkan di tempat tidur di samping kakaknya yang sedang digarap suaminya. Mula-mula keduanya agak kaget atas kehadiran kami. Tetapi kemudian kami mulai asyik dengan pasangan masing-masing. Tak perduli dan tak malu. Malah suara-suara erotis di sebelah kami makin meningkatkan gairah seksual. Di tengah-tengah nafsu yang menggelora saya menggamit suami kakak ipar saya. Dia menoleh sambil menyeringai menahan nikmat. ''Ssst ... kita tukar ....'' ''Hhhh .... '' dia terbengong tak paham. Lalu saya mengambil keputusan. Penis saya cabut dari vagina istri saya, kemudian bergeser mendekati kakak ipar saya yang masih merem-melek menikmati tusukan suaminya. ''Mas sama istri saya, saya gantian dengan Mbak ...,'' kata saya. Tanpa memedulikan kebengongannya saya langsung memeluk tibuh mulus kakak ipar yang sudah sekian lama saya rindukan. Saya ciumi lehernya, pipinya, bibirnya, dan saya kulum puting susunya yang mengeras. Mula-mula kakak ipar saya kaget dan hendak memberontak. Tapi mulutnya segera saya tutup dengan bibir saya. Kemudian penis saya masukkan pelan-pelan ke vaginanya yang telah basah kuyup. Setelah itu saya melakukan gerakan memompa naik-turun sambil sesekali memutar. Ternyata vaginanya masih sangat enak. Untuk menambah gairah kedua payudaranya saya remas dan sesekali saya gigit putingnya. ''Ohhh .... ahhhh ..... hhhhh ... shhhh ....,'' suaranya mulai tak karuan menahan gempuran hebat saya. Di samping saya, suami kakak ipar saya tampaknya juga tak mau kehilangan waktu percuma. Dia pun menyetubuhi istri saya dengan penuh semangat. Tak ada keraguan lagi. Yang ada hanya bagaimana menuntaskan nafsu yang sudah memuncak di ubun-ubun. Saya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Impian menggauli kakak ipar kesampaian sudah. Hampir satu jam kami bertempur dengan berbagai gaya. Mulai konvensional, miring, hingga menungging. Suami kakak ipar saya lebih dulu menyelesaikan permainannya. Beberapa menit kemudian saya menyusul dengan menyemprotkan begitu banyak sperma ke dalam vagina kakak ipar saya. Rasanya belum pernah saya mengeluarkan begitu banyak sperma sebagaimana malam itu. Kakak ipar pun tampak melenguh puas. Vaginanya menjempit penis saya cukup lama. Setelah peristiwa malam itu, kami menjadi terbiasa mengadakan hubungan seks bersama-sama dan bisa ditebak akhirnya kami bergantian pasangan secara sukarela. Tak ada paksaan sama sekali.

Nah, itulah cerita sex kali ini, semoga bermanfaat dan bisa membuat anda crott lagi... Hehehe... Maaf saya tidak bertanggung jawab atas semuanya.... Dosa tanggung sendiri yak... :v :v share fb yoooo di link di bawah ini...!!!

Tags : Cerita Sex Mimpi Jadi Kenyataan, Cerita Bokep 17 Tahun Terbaru Mimpi Jadi Kenyataan, Cerita Sex Ngentot Paling Hot, Koleksi Cerita Sex Terbaru Dan Terpopuler, cerita bokep paling gokil, cerita sex smp dan sma, cerita sex guru dan anak sekolah, cerita sex masih kecil 17 tahun keatas... Meracuk.com laguandi.com

Cerita Sex : Perawan Ayu - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Cerita Sex : Perawan Ayu - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Hai sob.... Pada kali ini akan saya share lagi cerita sex, cerita yang kali ini akan kita baca bersama sampai crott berjudul Perawan Ayu, tapi ingat ini khusus dewasa ya crottt... Jadi anak dibawah umur sebaiknya keluar....

Nah, Untuk Membaca Silahkan Klik Link Di Bawah Ini...!!!

Klik Disini Untuk Lanjut Membaca Cerita Sex Yang Berjudul Perawan Ayu

Perawan Ayu Cewek ini namanya Ayu, dia temen dari Dian anak SMP sebelah rumah kost gue. Sore itu gue lagi nongkrong di depan kost sambil maen gitar, hampir setengah jam gue di depan, Dia terlihat pulang tapi kali ini sama temen-temennya. �eh, Dian baru pulang sekolah ya? kok ampe jam segini? maen dulu ya??gue becandain si dian. �Enggak kok mas, tadi ada les di sekolah.?oh gitu ya gue jawab dengan santai. �trus bawa temen banyak mau ada acara apa??tanya gue lagi. �mau belajar kelompok mas, eh kenalin dong mas temen-temen Dian!!?Dian nyuruh gue kenalan ma temen-temennya. ?ni mas Hendra namanya? sahut Dian. salah satunya ya si Ayu itu, uh cakep juga si Ayu ini masih kecil tapi bodinya udah mantap beda ma temen lainnya, dalam hati gue terpesona liat si Ayu. �mas, Dian kedalem dulu ya!? �oh iya-iya?belajar yang akur ya!?sambil tersenyum Dian masuk kerumahnya. Malam harinya gue ke rumah Dian karena emang gue dah biasa main kesitu. Gue ngobrol dan becanda-becanda ma Dian, �eh, temen Dian yang namanya Ayu tadi manis juga ya??,�kenapa mas? naksir ya??dasar si Dian ga bisa jaim dikit,ceplas-ceplos �Dian punya nomer telponnya ga? mas minta ya??Dianpun masuk kekamar dan keluar membawa handphone, ?ni cari aja sendiri yang dinamain Ayoe ya mas..�kata Dian.gue langsung catet nomornya si Ayu. �udah mas??tanya Dian. �udah nih? makacih ya?besok mas beliin coklat deh?,�bener ya mas!?kata Dian bersemangat karena coklat emang kesukaan dia banget. Tanpa berlama-lama gue coba sms si Ayu, �hei Ayu lagi ngapain? masih inget gue ga? tadi gue yang dikenalin Dian waktu kamu maen dirumahnya? eh si Ayu pun balas sms gue �oh iya ayu masih inget dong, kan baru tadi.. he he..? sms pun berlanjut terus. sehari, dua hari, tiga hari gue ma Ayu smsan,gue coba iseng ngajak dia keluar. Ga gue sangka dia mau gue ajak keluar. hari minggu gue ma Ayu janjian ketemu dan kami pun jalan-jalan muter-muter kota pake motor, ga kerasa udah sore banget dah waktunya pulangin si Ayu. tepat di jalan masuk gang dekat rumahnya,Ayu bilang �dah mas nyampe sini aja nganternya!? gue tanya �kenapa? mas ga boleh tau rumah Ayu ya?? �ga pa pa kok mas lain waktu kan bisa�� , �oh ya udah, besok maen lagi ya??ajak gue. �iya mas�� jawab Ayu? Selang beberapa hari Ayu maen kerumah Dian,gue kebetulan ada di depan rumah Dian, �eh mas Hendra, Dian ada dirumah ga mas?? tanya Ayu.�oh tadi ada di belakang,masuk aja!?sekalian aja gue minta dia mampir ke kost gue �ntar mampir ke tempat mas ya!? dia cuma senyum-senyum? Gue masuk ke kamar kost dan tiduran sambil dengerin musik dari komputer gue, kebetulan waktu itu anak-anak kost pada pergi entah kemana jadi kost sepi banget kaya kuburan. Sambil tiduran otak ngeres gue jalan, bayangin si Ayu ada di kamar gue dan gue bisa have a fun ma dia berdua di kamar. ga nahan bodinya?masih kecil tapi dah montok semua, depan belakang mantap? Saat setengah tertidur, terdengar ada suara dari luar memanggil nama gue. �mas�mas Hendra�� gue bangun dari kasur dan keluar,gue kaget ternyata si Ayu yang ada di depan. �Ayu, ada apa? Dian ga ada ya??tanya gue .�ada kok mas tadi cuma bentar dirumah Diannya.sekarang Ayu boleh maen di sini ga mas??, �oh, tentu boleh dong..masa ga boleh?dalam hati gue pun berkata �pucuk di cinta Ayu pun tiba?kami pun masuk ke dalam rumah kost. Rumah kost gue emang disediain tempat buat terima tamu tapi jarang dipake karena biasanya anak-anak kalo terima tamu langsung di kamar masing-masing,lebih santai katanya.�mau di sini aja apa di dalem Ayu??gue coba tawarin ke Ayu. �dah disini aja mas..?jawabnya. kami pun ngobrol ini itu,saat asik ngobrol,becanda, gue pun mulai nakal megang-megang tangan Ayu lalu gue beraniin cium pipinya. Ayu kaget, wajahnya berubah jadi kemerahan karena malu. �ih mas kok nakal sih�� sambil mukul-mukul gue. gue pegang tangannya dan gue cium pipi yang satunya, wajah Ayu pun makin memerah. gue elus pipinya dan mau gue cium bibirnya, �ga mau ah mas�� katanya. tapi gue tetep maksa cium dia dan akhirnya bibir manisnya berhasil gue lumat perlahan, Ayu pun memejamkan mata menikmati ciuman dari gue.. gue tambah bernafsu menciumi bibir Ayu dan mulai memainkan lidah gue. beberapa saat kami berciuman, gue lepas ciuman gue. �Ayu di kamar aja yuk! ajak gue. �nti takut ada orang liat kalo disini..?Ayu cuma diam dengan wajah yang masih malu-malu, gue gandeng tangannya masuk ke kamar kost gue dan pintu gue kunci. �kok dikunci pintunya mas??tanya Ayu polos.�ga pa pa?!?jawab gue.gue lanjutin ciumin bibir Ayu sambil mendekap tubuhnya dan mulai meraba bodinya,meremas pantatnya. Saat gue coba meraba susunya,dia mencoba menahan tangan gue tapi karena kalah kuat dengan gue, gue tetep aja berhasil meraba dan meremas-remas susunya sambil terus berciuman, tangan Ayu masih coba menahan tangan gue meraba kedua susunya.lama berciuman gue rebahin tubuh Ayu di kasur dan gue menindih tubuhnya. gue lepas ciuman di bibirnya,mulai menciumi lehernya, meremas lembut susunya kiri kanan, gue coba buka kancing bajunya tapi Ayu mencegah �jangan mas..!?tapi tetep aja gue paksa buka kancing bajunya satu persatu sehingga terlihat penyangga susunya yang berwarna putih lalu perlahan gue lepas bajunya.gue buka pengait branya sambil menciumi bibir dan leher Ayu dan melepasnya dari tubuh Ayu. terlihat payudara Ayu masih sangat indah,kencang dengan puting kecil berwarna kemerahan. Ayu hanya memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri saat gue mulai menjilati puting dan meremas susunya,terus bergantian kanan kiri dengan meninggalkan tanda merah bekas cupangan gue. Ayu pun semakin menikmati cumbuan itu,susunya pun terasa mengeras tanda dia telah terangsang, terdengar desahan-desahan lirih dari bibirnya, kedua tangannya menjambak rambut gue. �emhh�ukhh�masss��. gue lepas baju juga celana pendek gue, tinggal celana dalam aja yang keliatan ga muat menampung penis gue yang udah berdiri dari tadi. �ih�mas kok dilepas semua..? �udah sempit nih Ayu..?jawab gue. gue kembali menindih tubuh Ayu dan kali ini gue cium lembut mulai dari kening berlanjut kedua matanya dan pipinya kembali melumat bibirnya,lehernya, susunya lalu turun ke perut,desahan Ayu terdengar kembali �ehhh? mass�mmmh�� lama gue bermain di daerah susu dan perutnya,gue coba buka kancing dan resleting celana Ayu, ?mas jangan mas..Ayu ga mau..?cegah Ayu tegas.gue coba ngertiin Ayu dan kembali menciumi bibirnya.setelah dua kali mencoba dan ga diijinin,sambil gue lumat bibirnya tangan kanan gue kembali mencoba membuka resletingnya, ternyata kali ini Ayu hanya diam dan merelakan gue lepas celana panjangnya.sekarang kami berdua hampir bugil dengan hanya memakai celana dalam.gue ciumin pahanya,perutnya,susunya,bibirnya dan menindih tubuh Ayu lagi,kali ini gue gesek-gesekkan penis gue ke memek Ayu sambil bermain lidah di mulut Ayu. Ayu sedikit mengangkangkan kakinya sehingga gue gampang menggesekkan penis gue. cukup dengan gesek-gesekan alat kelamin, gue kembali menciumi leher,susunya lalu perut dan akhirnya sampai ke memek Ayu yang masih tertutup celana dalam. Ayu menggeliat keenakkan dan meremas rambut gue dengan keras waktu gue ciumin bagian memeknya.. �eehh�mhh�masss..ahhh??beberapa saat gue sudahi ciumin di memek Ayu dan melepas celana dalam gue.Ayu masih terbaring di kasur. �Ayu..mas pengen diciumin kaya mas ciumin punya ayu tadi dong..?minta gue merayu. Ayu menggelengkan kepalanya.�ayo dong sayang!!? rayu gue. �Ayu belom pernah mainan itu..mas?jawabnya. �sekarang Ayu coba deh..!!? gue deketin penis gue ke wajah Ayu, �ayo sayang?!?rayu gue lagi. dengan malu-malu Ayu pegang penis gue dan dengan ragu Ayu ciumin penis gue. �uh.. enak sayang..sedot sayang..?Ayu pun mulai terbiasa dan tau apa yang harus diperbuat,Ayu mengocok penis gue di mulutnya. beberapa saat Ayu mengulum penis gue,dia bilang �mas, udah ya mas?? �iya sayang??jawab gue. kini giliran gue lagi membuat Ayu keenakkan, gue cium bibirnya dan menciumi memeknya lagi.Ayu mendesah keenakkan �ehhhmm..mmmhh?? saat Ayu sedang terbuai gue lepaskan celana dalamnya.tubuh Ayu yang tanpa penutup apa-apa itu benar-benar bikin gue ga tahan, putih, bersih dan mulus.bagian memeknya baru mulai ditumbuhi rambut-rambut halus keliatan seksi banget.gue lumat lagi bibir Ayu sambil tangan gue mengelus-elus memeknya,gue pijit lembut klitorisnya.gue beralih mencium dan memainkan lidah di memeknya, gue gigit ringan klitorisnya,Ayu menggeliat dan menjambak rambut gue dengan keras,�masss?Ayu mau kee..luu..ar��. Ayu mendapatkan orgasme pertamanya,memeknya basah dengan cairan yang keluar. �akhhh?ehhhmmm�� Ayu terus mendesah karena orgasmenya. �Ayu mau yang lebih enak lagi??tanya gue setengah merayu..,�gimana mas?..?tanya Ayu polos. �caranya mas masukin punya mas ke memek Ayu��, �ga mau ah mas�kan belom boleh..sakit katanya mas?jawabnya. �ga kok ga sakit..enak banget malah�� rayu setan gue. Ayu hanya diam dan gue mulai mencumbunya lagi. �mas masukin sekarang yah��,bisik gue di telinganya. kakinya gue kangkangin,terlihat wajah ragu Ayu saat gue arahkan penis gue ke memeknya,gue cium dulu kening dan bibir Ayu.. gue gesek-gesekkan penis gue ke memek Ayu yang masih basah oleh cairan orgasmenya dan memulai penetrasikan penis gue sedikit demi sedikit,memeknya terasa sempit banget walau baru kepala penis gue yang masuk ke lubang senggamanya,gue keluarin penis gue dan penetrasi lagi lebih dalam. ?mas?saakit mas�� rintih Ayu. gue cabut penis gue yang belum ada setengahnya masuk ke lubang memek Ayu. gue cium lagi bibir Ayu? �tahan ya sayang?!?bisik gue. kembali gue penetrasikan penis gue perlahan lebih dalam dan lebih dalam lagi, terlihat darah keluar dari memek Ayu. Ayu menjerit kesakitan �akhh�saakittt mas�� kini penis gue benar-benar ditelan dan terasa terjepit lubang senggama Ayu.terlihat setitik air mata mengalir dari sudut matanya.wajah Ayu masih menahan sakit karena keperawanannya robek oleh penis gue.gue diam beberapa saat agar Ayu mampu menguasai sakit di memeknya sambil menciuminya. setelah dia agak tenang, gue mulai menarik dan mendorong penis gue,maju mundur perlahan. gue terus mengocokkan penis gue di memeknya perlahan,terasa lubang senggama Ayu sudah bisa menerima penis gue,gue percepat gerakan penis gue. Ayu pun sudah tidak lagi merintih kesakitan tapi berbalik mulai merasakan kenikmatan.. �akhhh�ukhh�mass..akhh..�desah Ayu keenakan. gue ciumin bibir Ayu sambil terus mengocok penis gue di memeknya. �ukhhh�akhhh..ehhmm�� desahan nikmat kami berdua. Ayu mendekap erat tubuh gue, �Ayu�mau ke..luar lagi�� bisiknya,terasa cairan hangat menyemprot kepala penis gue, Ayu orgasme yang kedua kali. penis gue terus keluar masuk di memek Ayu..beberapa saat setelah Ayu orgasme yang kedua, gue merasa sudah hampir mencapai orgasme. gue mempercepat gerakan penis gue.. �mas udah mau keluar Ayu..?, �akhhh?uhhh.. Ayu ju..gaa�� ternyata Ayu orgasme duluan. merasa sudah di pucuk,gue cabut penis gue dan menumpahkan sperma gue di perut Ayu. �akhh�mmmmhh�� kami berdua terkulai berdampingan, gue menyeka keringat di kening Ayu dan mengecupnya. �makasih ya sayang�� bisik gue, Ayu hanya tersenyum kecil. gue bersihin sperma di tubuh Ayu yang terkulai lemas dan darah di memeknya dengan handuk kecil. �bobo aja bentar sayang, nti mas bangunin..?kata gue. tak lama Ayu pun terlelap dan gue tutupi tubuhnya dengan selimut. gue pandangi wajah Ayu, �memang manis banget anak ini,beruntung banget gue bisa dapetin dia?dalam hati gue berkata. Waktu sudah menunjukkan jam lima sore, gue cium pipi Ayu buat bangunin dia. �bangun sayang dah sore..?kata gue. Ayu pun bangun, saat akan berdiri Ayu masih merasa perih di memeknya..�akhh..?rintih Ayu sambil menggigit bibirnya. Ayu perlahan mengenakan semua pakaiannya kembali. �kamar mandi mana mas??tanya Ayu. �oh itu dibelakang..?kata gue, sambil menunjuk kamar mandi. terlihat Ayu berjalan pelan menahan sakit di kemaluannya menuju kamar mandi. setelah selesai dari kamar mandi Ayu pamit pulang. �mas Ayu pulang dulu ya, dah sore banget�� katanya. �iya, Ayu jangan lewat depan rumah dian ya, lewat samping aja�� saran gue. sebelum pulang gue cium lagi kening dan bibir Ayu? �jangan bilang sapa-sapa ya sayang!!!�bisik gue. Ayu hanya mengangguk?�hati-hati ya Ayu

Nah, itulah cerita sex kali ini, semoga bermanfaat dan bisa membuat anda crott lagi... Hehehe... Maaf saya tidak bertanggung jawab atas semuanya.... Dosa tanggung sendiri yak... :v :v share fb yoooo di link di bawah ini...!!!

Tags : Cerita Sex Perawan Ayu, Cerita Bokep 17 Tahun Terbaru Perawan Ayu, Cerita Sex Ngentot Paling Hot, Koleksi Cerita Sex Terbaru Dan Terpopuler, cerita bokep paling gokil, cerita sex smp dan sma, cerita sex guru dan anak sekolah, cerita sex masih kecil 17 tahun keatas... Meracuk.com laguandi.com

Cerita Sex : Pesta Bertiga - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Cerita Sex : Pesta Bertiga - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Hai sob.... Pada kali ini akan saya share lagi cerita sex, cerita yang kali ini akan kita baca bersama sampai crott berjudul Pesta Bertiga, tapi ingat ini khusus dewasa ya crottt... Jadi anak dibawah umur sebaiknya keluar....

Nah, Untuk Membaca Silahkan Klik Link Di Bawah Ini...!!!

Klik Disini Untuk Lanjut Membaca Cerita Sex Yang Berjudul Pesta Bertiga

Pesta Bertiga Cerita ini bermula ketika aku ada janji dengan temanku bernama Irfan (samaran) untuk membicarakan suatu organisasi. Disepakati sebuah tempat yang mudah didapat yaitu caf?S yang terletak di sebuah plaza di kota S. Rencana pertemuan ditentukan jam 2 siang, artinya setelah kami sama-sama selesai kuliah. Sebelumnya perlu pembaca ketahui, namaku Sakti, sesuai dengan namanya, entah mengapa dalam setiap jenjang pendidikan, aku selalu aktif berorganisasi dan selalu menempati posisi puncak dalam organisasi yang kuikuti, mulai dari OSIS SMP, OSIS SMA, Organisasi Pemuda dan kemasyarakatan (tidak perlu kusebutkan namanya), hingga organisasi intra dan ekstra kampus, yaitu ketua Himpunan, Senat dan lain-lain. Kegiatanku bertambah dengan semaraknya demonstrasi di masa reformasi, hingga pernah suatu ketika aku menjadi target intai para intel militer dan polisi. Padahal aku bukanlah termasuk sosok yang spesial, wajahku biasa saja, kulit tidak putih mulus (cenderung coklat gelap), badan sedang-sedang saja (170 cm), sehingga aku mengambil kesimpulan mungkin karena otakku yang encer, pandai berorasi/pidato, supel (walaupun tidak gaul). Kembali ke cerita tadi, maka siang itu aku segera berangkat ke plaza, berhubung masih pukul 1 lewat 15 menit, kumanfaatkan waktu yang tersisa dengan jalan-jalan sambil melihat-lihat barang yang dipajang di etalase. Sesekali aku melirik setiap ada wanita cantik yang menarik perhatianku. Hingga pukul 2 kurang 5 menit, segera aku mengambil tempat di caf?S yang sengaja meja untuk dua kursi karena hanya aku dan temanku yang akan bertemu. Namanya mahasiswa, maka aku memesan yang ringan-ringan saja, secangkir java cofee, begitu yang tertulis di menu hot cofee, walaupun rasanya masih lebih sedap kopi buatan sendiri di tempat kost. Oke, lima menit aku menunggu dan kopi belum datang, pager-ku berbunyi (maklum baru mampu bawa pager, dan itu penting bagi seorang aktivis seperti saya). Sebenarnya aku malas untuk membaca pesan tersebut, tetapi karena tidak ada yang kulakukan selain menunggu, maka kubaca saja pesan yang baru masuk tadi, dan ternyata menambah kekecewaanku hari ini. Hari sial batinku, Irfan minta maaf kalau pertemuan dibatalkan karena ia harus menemui seorang dosen, dan aku mengerti untuk urusan yang satu itu, tentu tidak dapat dibatalkan. Tanpa kusadari, dari tadi gerak-gerikku diperhatikan oleh dua orang wanita yang duduk terpaut dua meja dari tempatku, dan mereka dapat melihatku dengan bebas, sementara aku sibuk dengan pager-ku dan kopi yang baru saja datang dan terlambat untuk dibatalkan, maka kuputuskan untuk menghabiskan dulu dan segera pulang ke kost-ku. Kejadian ini baru kuketahui ketika tiba-tiba salah satu dari wanita tersebut sudah ada di hadapanku dan bertanya, �Sedang menunggu teman ya Mas?? Kata-kata klise untuk memulai pembicaraan (batinku), �Ya, dan Mbak sendiri?? �Oh saya sedang istirahat saja, habis belanja, maaf jam berapa ya Mas.. soalnya jam saya mati, lupa belum ganti baterai, di mana ya di plaza ini ada service jam..? �Wah pasti Mbak bukan orang dari kota ini ya.. karena plaza ini sudah tentu paling lengkap di kota S, apa saja ada di sini, termasuk mmhh..(tadinya aku mau bicara wanita, biasa gaya orang yang ceplas-ceplos, tapi buru-buru kupotong karena dia bertanya dengan jujur)? �Oh ya.. maaf nama saya Anggi, dan itu teman saya Rina? kata wanita tersebut sambil megulurkan tangan. �Betul saya baru datang dari B pagi tadi dan rencananya tinggal di kota S ini untuk 3 hari, sambil menunggu acara nanti malam, saya sempatkan belanja di plaza ini, karena hotel saya dekat, cukup jalan kaki saja.? �Sakti, dan saat ini sudah pukul 2.30.? Rupanya percakapan yang singkat ini berlangsung 15 menit, bukan main, sebuah perkenalan terlama bagiku, mungkin karena aku tidak terlalu bersemangat atau ada sesuatu yang lain. Mmmhh.. ya, sesuatu yang lain itu mungkin terlalu bermain di pikiranku. Maklum, otakku terkenal encer, sehingga mudah menangkap sesuatu dengan cepat dan aku baru sadar bahwa selama beraktivitas aku melupakan satu hal penting dalam hidup, wanita. Dan dia kini hadir di hadapanku dengan penuh pesona. Hasil perhitungan (seperti matematika), dengan cepat aku dapat membuat kesimpulan yang kuyakini kebenarannya. Cantik, manis, umur 25-30 tahun, bentuk badan yang seimbang, kira-kira 160-165 cm, dan.. wah aku belum pengalaman untuk mengukur lebih jauh dari itu, aku bermain dengan lamunanku, pinggang dan payudaranya bukan main. Cukup waktu satu jam saja untuk memperlancar diskusi dengan Anggi (sementara Rina hanya sesekali menimpali) sambil kami mengambil jadi satu meja saja, dan aku yang rela bergeser ke meja mereka. Satu jam yang berarti (aku jadi lupa urusanku dan juga Irfan). Anggi adalah seorang sekretaris sebuah perusahaan swasta di kota B dan Rina adalah asisten Anggi. Aku tidak peduli siapa mereka, yang jelas kedua-duanya sangat mempesona. �Mari saya bawakan barang belanjaan Mbak Anggi.? �Oh terima kasih.. tidak perlu serepot itu? (sepintas aku maklum, karena sedikit terlihat apa saja yang dibelanjakan, kebutuhan wanita). �Begini saja, bagaimana kalau kamu ikut kita, karena saya ada voucher di caf?D hotel tempat saya menginap, jadi kita bisa manfaatkan voucher tersebut, dan melanjutkan diskusi kita, mungkin kamu bisa cerita banyak tentang kota S ini, bagaimana?? �Tetapi saya tidak bawa mobil, maklum mahasiswa Mbak..? �Lho hotel kita dekat kok, cukup jalan kaki saja, gimana mau nggak.? Aku belum menjawab, tetapi kaki ini sudah terburu melangkah menyetujui usulannya. Kami pun berjalan menuju hotel tempat mereka menginap. Sesampainya di hotel. �Kamu tunggu dulu, aku mau ganti baju dulu, Rin.. tolong tuh Sakti diberi coklat yang tadi kita beli.? Sekejab saja Anggi melepaskan pakaian di hadapan kita berdua (aku dan Rina). �Mbak.. ih kan ada Mas Sakti, kok nyelonong gitu aja sih..? �Mmmhh, sebaiknya aku tunggu di luar saja Mbak, betul kata Rina..?aku membalikkan badan, dan memang kamar itu tidak ada sekat kecuali kamar mandi. �Lho emangnya umurmu berapa?? ?5 tahun Mbak..? �Sudah cukup dewasa bagi kamu, apakah kamu belum pernah lihat sebelumnya?? �Kamu beruntung, kupikir inilah saat pertama bagi kamu.? �OK, saya beri waktu satu menit untuk memutuskan apa kamu mau melihatku atau tunggu di luar.? Satu menit, setengah menit saja aku sudah membalikkan badan dan melihat Mbak Anggi dengan bra dan celana dalam saja. �My God.. seseorang wanita cantik telah berdiri di hadapanku..? �Terima kasih Tuhan, telah memperlihatkanku tubuh wanita cantik di hadapanku, ini merupakan hal yang pertama dalam diriku.? �Mari kita memulai permainan.? �OK Sakti, kita punya suatu permainan yang mengasyikkan.? Kemudian aku tidak bisa menolak karena sekali lagi melihat bodi itu. Rina hanya bengong aja. Maka dimulailah les private yang pertama dalam hidup saya. �Coba sentuh susuku..?dan aku menurut, dituntunnya tanganku meraba payudaranya yang kenyal, saat itu aku belum tahu berapa ukuran payudara Anggi, belakangan (setelah mahir) baru tahu kalau 34B. Kukumpulkan keberanian untuk mulai menikmati kedua payudara Anggi dengan kedua tanganku. Perlahan tetapi pasti kujelajahi kedua bukit kembar yang untuk pertama kalinya, kudapati tanpa sebuah perjuangan yang berarti. Semakin lama aku permainkan dengan sekali dua kali kucubit putingnya yang menonjol menantang, mengalunlah suara yang terengah-engah, �Oohh.. Saakk.. ohhkh.. nakal kamu..?dan suara itu, ya.. suara itu membangkitkan kemaluanku dengan cepat tegak berdiri dan sialan! Anggi menyadari itu dan tanpa permisi melorotkan celana Jeans-ku dan dibukanya sebagian CD-ku. �Wow.. Sak, punya kamu sudah minta segera di treatment tuh.. kasihan 25 tahun dianggurin aja, woowww.. kepala burungmu besar betul.. bisa masuk nggak ya? Ohhkh.. ya, terus Saktii..?Jujur saja sebenarnya burungku tidaklah istimewa, panjang sekitar 14 cm saja, hanya kepalanya besar dan diameternya lumayan. Aku sempat ragu juga apa bisa memuaskan, maklum ini pengalaman pertamaku dan ukuran burungku yang tidak spesial menambah kurang percaya diri. Tetapi dengan sigap Anggi melumat habis kemaluanku, aku kaget setengah mati ternyata bukan main nikmatnya, terus dan terus hingga mencapai kekerasan dan tegak maksimum. Aku sudah tidak kuat untuk memuncratkan spermaku dan benar, untuk pertama kalinya spermaku muncrat di mulut seorang wanita, dan habis diminumnya seperti segelas anggur. Aku baru sadar jika Rina dari tadi memperhatikan permainan kami berdua. Tidak sampai 5 menit kemudian kemaluanku sudah berdiri lagi dan kini dituntunnya burungku memasuki liang kemaluan Anggi yang sudah semakin basah, ini memudahkan tugasku untuk menelusuri lubang kenikmatan tersebut. Sungguh dalam permainan ini aku benar-benar diajari oleh Anggi, sehingga dengan cepat aku sudah terbiasa dan memulai inisiatif untuk mengimbangi permainan Anggi. Syukurlah walaupun pertama kali, ternyata aku sanggup bertahan setengah jam menggosok-gosokan kemaluanku di lubang kemaluan Anggi tanpa henti dengan segala posisi dan variasi yang Anggi ajarkan. Entah sudah berapa kali kusaksikan Anggi mengejang (aku belum tahu kalau itu orgasme), tetapi tampak Anggi semakin semangat dan tanpa kusadari permainan sudah berlangsung 1,5 jam sehingga Anggi berkomentar, �Sakti, puluhan kali aku bersetubuh dengan berbagai lelaki.. tetapi baru kali ini aku bisa orgasme lebih dari lima kali dan kamu kuat sekali bertahan. Oke deh aku nyerah, tolong segera keluarkan spermamu, aku bisa mati kelemasan karena orgasme berulang kali.?Maka di setengah jam berikutnya aku semakin menghayati permainanku dan bukan semakin mempercepat kocokanku tetapi semakin intent dengan menekan batang kemaluanku ke lubang Anggi, dan dia sangat menikmatinya. Akhirnya saat yang kutunggu tiba, muncratlah spermaku untuk yang kedua kalinya di lubang kemaluan Anggi. Total permainan kami 3 jam dan itu adalah waktu yang cukup buat Rina untuk memahami permainan kami. Maka dituntunlah Rina oleh Anggi untuk menikmati diriku, sekali lagi tidak sampai 5 menit batang kemaluanku sudah gagah perkasa lagi, dan tidak sulit memulai permainan dengan Rina, karena dia sudah terpengaruh dengan permainan kami. Ini terbukti dengan liang kemaluannya yang becek. Satu yang membedakan Rina dengan Anggi, ketika batang kemaluanku mencoba masuk lubang kemaluan Rina, sulitnya bukan main dan belakangan kusadari kalau ternyata Rina masih perawan. Aku merasa bersalah telah merusak keperawanan Rina, tetapi kenapa dia tidak menolak sejak awal? �Aku sudah terangsang hebat dan aku juga ingin merasakan kenikmatan ini? begitu jawabnya singkat dengan peluh bercucuran, permainan ini tidak berlangsung lama seperi saat bercinta dengan Anggi, cukup 2 jam. Jadi total permainan kami 5 jam. Aku hendak pamit pulang, ternyata mereka melarang, jadilah kami bertiga tidur di hotel seranjang dalam keadaan telanjang bulat. Sebelum perpisahan di pagi hari, kami sempat bercinta lagi, tetapi kali ini aku dikeroyok oleh mereka berdua, dan aku sudah semakin terbiasa dengan seni percintaan ini, sehingga tidak langsung memasukkan batang kemaluanku ke liang kemaluan mereka, tetapi dengan saling merangsang melalui jilatan dan ciuman di liang kemaluan mereka. Akibatnya bisa dibayangkan, jika semalam permainan kami berlangsung 5 jam, kali ini berlangsung 7 jam non stop entah berapa kali mereka orgasme, yang jelas aku selalu bergantian dari satu lubang ke lubang lainnya dan aku cukup mengeluarkan 4 kali sperma, masing-masing sekali di mulut Anggi dan Rina, sekali di lubang kewanitaan Anggi dan Rina. Demikianlah pembaca, sejak peristiwa itu, setiap kali Anggi atau Rina ke kotaku, selalu kami bercinta, dan dari mereka pula aku dikenalkan dengan wanita lain yang juga butuh kepuasan seks, dari eksekutif muda hingga ibu-ibu ataupun wanita karir yang enggan berkeluarga. Mereka yang pernah aku layani berkisar 23 tahun hingga 42 tahun. Saat ini aku sudah pindah ke ibu kota dengan jabatan pekerjaan yang lumayan sebagai seorang general manager tetapi hobiku yang satu itu tidak dapat kulupakan dan ingin melakukannya lagi, tetapi bagaimana? Cari saja pelacur? No way! Kalau di kota S saja aku bisa dapatkan tanpa harus mencari, pasti di ibu kota ini akan lebih banyak. Kepada pembaca (terutama wanita) yang ingin berkenalan silakan kirim ke alamat e-mail saya, sengaja aku memakai alamat dengan nama seorang wanita, karena aku ingin mengenang nama itu, dia adalah wanita yang paling spesial dalam melayaniku. Suatu saat akan kuceritakan, bagaimana permainanku dengan Dwilina. Sekarang aku ingin bermain dengan wanita dari ibu kota ini.

Nah, itulah cerita sex kali ini, semoga bermanfaat dan bisa membuat anda crott lagi... Hehehe... Maaf saya tidak bertanggung jawab atas semuanya.... Dosa tanggung sendiri yak... :v :v share fb yoooo di link di bawah ini...!!!

Tags : Cerita Sex Pesta Bertiga, Cerita Bokep 17 Tahun Terbaru Pesta Bertiga, Cerita Sex Ngentot Paling Hot, Koleksi Cerita Sex Terbaru Dan Terpopuler, cerita bokep paling gokil, cerita sex smp dan sma, cerita sex guru dan anak sekolah, cerita sex masih kecil 17 tahun keatas... Meracuk.com laguandi.com

Cerita Sex : Sedarah Daging - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Cerita Sex : Sedarah Daging - Cerita Sex Bergambar Terbaru 2017

Hai sob.... Pada kali ini akan saya share lagi cerita sex, cerita yang kali ini akan kita baca bersama sampai crott berjudul Sedarah Daging, tapi ingat ini khusus dewasa ya crottt... Jadi anak dibawah umur sebaiknya keluar....

Nah, Untuk Membaca Silahkan Klik Link Di Bawah Ini...!!!

Klik Disini Untuk Lanjut Membaca Cerita Sex Yang Berjudul Sedarah Daging

Sedarah daging kisah menarik antara abang dan adik kandung yang saling mencintai. Si abang bernama Daud 16 tahun dan adiknya bernama Siti, 14 tahun. Setelah kelaihran Siti, ibunya harus menjalani oerasi, karean terdapat kelainan kandungan. Hingga ibunya tak bisa melahirkan lagi, dan ayah mereka "terpaksa" menikah lagi. Hubungan istri tua dan muda, sangat akur, karea ibu Daud-lah yang mencarikan istri kedua ayah mereka dan masih ada hubungan saudara. Ayah Daud bekerja sebagai pedagang buah cokelat. Dia mengambilnya dari petani di desa-desa, kemudian dikeringkan (dijemur) lalu coklat yang sudah kering itu dia jual ke kota, terkadang bahkan dia sampai ke luar pulau. Daud kos di sebuah kota untuk melanjutkan SLTA-nya. Untuk menghemat, terpaksa Siti adik Daud ikut kos pula di kota itu. Ayah Daud memang telah membeli rumah di kota itu dan dikontrakkan kepad saudara juga. Sedangkan di sisi rumah, katakanlah semacam pavilyun ditempat oleh Daud dan Siti. Pagi-pagi sekali Siti sudah bangun menyiapkan sarapan buat mereka berdua. Sepulang sekolah, mereka bersma mencuci pakaian dan membersihkan rumah. Kedua abang beradik ini sangat kompak dan selalu saja akur. Pengontrak rumah mereka pun iri melihat mereka. Terdengar kata-kata dari sebelah, agar tiga anak-anak mereka bis ameniru kelakuan Daud dan Siti yang kompak dan saling menyayangi. Walau kamar mereka berdampingan, Siti selalu saja datang ke kamar abangnya minta diajarilah, tolong ini dan itu serta sebagainya. Seusai makan malam, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Tiba-tiba pula halilintar datang mengemuruh memekakkan telinga. Tiba-tiba listrik mati. Dalam hujan lebat itu, Siti memeluk abangnya dengan rasa takut. Daud memeluk adiknya yang dia sayangi itu dan menenangkannya. Dengan meraba-raba, mereka mencari lilin. Lilin dipasang di atas piring kaca dan diletakkan di atas meja. Ketika Daud mau keluar kamar menginci pintu, Siti tak mau ditinggal. Dia tetap ikut dan memeluk Daud. Setelah semua pintu terkunci, Siti memeluk Daud dari belakang dan Daud menggendong adiknya itu, membawanya ke kamar. Siti menolak tidur di kamarnya sendirian. "Takut, Bang," katanya. "Aku tidur bersama abang saja di kamar abang," katanya. Daud tak sampai hati melihat adiknya ketakutan. Dia gendong adiknya ke kamarnya. Sesampainya di kamar, Daud mengunci kamar, lalau membaringkan adiknya di atas tempat tidurnya. Tempat tidur Daud memang lima kaki besarnya. Jika ayahnya datang ke kota membawa daganganya, Daud selalu tdiur bersama ayahnya di kamar itu. Jika ibunya yang datang, Daud harus mengungsi ke kamar Siti dan Siti bersama ibunyalah yang tidur di kamar Daud. Sudah kebiasaan mereka berdua pula, jika tidur harus mengganti pakaian dengan piyama tidur. Siti tidur dekat dinding dan Daud di tepi tempat tidur yang tanpa dibatasi dinding. "Sudah Bang, tidurlah. Tak usah belajar dulu," kata Siti kepada Daud. Daud mengiyakan, karena cahaya lilin kecil itu bisa merusak mata dan dia tidur di sisi adiknya. Siti merasa tenang didampingi oleh abangnya. Sekali lagi suara halilintar menggema. Saat itu Siti kembali memeluk abangnya kuat-kuat. Angin begitu kencang, hingga lilin tertiup angin dan mati. Kamar menjadi gelap gulita, bahkan seantero ruangan. "Bang, Siti takuuuut," katanya dengan manja kepad abangnya. Daud membalas pelukan adiknya untuk menenangkan adiknya. Mereka berpelukan ditutupi selimut. Siti merasa tenanag diperlakukan demikian oleh Daud. Tanagn kiti Daud berada di leher Siti merangkul tubuh Siti. Tangan kanan Daud memeluk pinggang Siti. Sebaliknya tangan kiri Siti memeluk pingang Daud erat-erat. MUlanya mereka tidak sadar, kalau dada mereka sudah menempel. Lama kelamaan, Daud merasakan dada adiknya begitu empuk. Dielus-elusnya punggung adiknya itu dengan lembut. Daud merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Ada rasa hangat mengalir dari dalam tubuhnya. Libidonya naik. Penisnya bangkit. Mulanya, Siti juga tidak merasakan apa-apa. Lama kelamaan, dia merasakan penis abangnya menyentuh-nyentuh pahanya. Dalam tidur berpelukan itu, kaki kanan Siti ditindih oleh kaki kanan Daud, yang dijepit oleh kaki kiri Siti. Kedua kaki Siti menjepit kaki kanan Daud. Terasa sekali bagi Siti penis Daud menghentak-hentak di pangkal pahanya. Siti amembiarkan saja. Kini Siti juga darahnya seperti dialiri struum listrik. Ketika Daud membelai-belai punggung Siti, secara tak sadar, Siti juga membalas belaian Daud. Siti membelai punggung Daud juga. Mereka saling membelai. Siti merasakan nafas Daud menghembus di lehernya. Pipi mereka menempel. Lalu Daud mencium pipi Siti. Siti merasakan kelembutan ciuman Daud di pipinya. Kini Siti membalas ciuman Daud. Siti mencium leher Daud yang masih terasa aroma sabun lux-nya. Daud semakin libido. Daud mengarahkan bibirnya ke bibir Siti dan melumatnya perlahan-lahan. Lembut sekali bibir mungil itu. Eh...Siti membalasnya. Kini mereka sudah saling melumat bibir. Saat Daud memeluk Siti lebih erat, Siti membalas lebih erat lagi. Daud memasukkan tangannya ke sela-sela baju Siti dan melepaskan pengkait BH Siti. Kini tali Beha itu sudah terlepas. Perlahan tangan Daud menjalar ke susu Siti. Dielusnya susu Siti, lalu tangannya mencari puting susu Siti, semuanya regfleks saja. Kini Nafas Siti yang sudah mulai memburu. Daud terus menciumi Siti dari bibir dan kini berada di leher, sembari tangan Daud terus melepas kancing baju piyama Siti satu-persatu. Kini semua kancing baju piyama itu sudah terlepas. Daud menurunkan jilatannya dari leher ke puting susu Siti. Siti memegang kepala Daud dan menekan-nekan kepala Daud di puting susunya. SEdang tangannya yang satu lagi, menggerayangi tubuh Daud. Daud juga tak tinggal diam dan melepaskan baju Siti dan BH. Kini Siti sudah tak memakai baju dan BH lagi, walau mereka masih berada dalam selimut. Daud juga melepas baju piyamanya, sekalian melepas celana piyama dan kolornya. Daud sudah bertelanjang bulat. Mulutnya masih terus menerus menjilati dan mengisap-isap puting susu Siti. Sebelah tangannya meraba susu yang lain dan sebelah tangan Daud meraba ke sela-sela celana piyama. Daud merasakan ada rambut-rambut halus pagina Siti. Siti semakin tak mampu mengatur nafasnya. Dia mendesah-desah. Jari tengah Daud mulai mengelus-elus di antara kedua bibir pagina Siti yang sudah basah dan licin. Siti mengangkat pantatnya, tatkala Daud memeloroti celana piyana dan kolor Siti. Kini kduanya sudah telanjang bulat, walau lagi-lagi masih berada di bawah selimut. HUjan di luar semakin deras dan suara halilintar sesekali terdengar dengan dahsyat. Jari tengan Daud, terus mengelus dan mengelus sela-sela bibir pagina Siti. Bibir mereka masih terus saling memagut. Tangan Siti tak mau ketinggalan mengelus-elus penis Daud. "Ah...enak sekali. Teruskan mengocoknya, kata Daud. Siti terus mengocok penis Daud dan pagina Siti terus dieleus-elus dengan cepat pula oleh Daud. "Ahhhhh....." Daud menggumam dan memeluk Siti dengan lebih erat lagi sembari menekan kuat-kuat penisnya ke paha Siti. Lahar panas terlepas dari penis Daud, tumpah di atas paha Siti. Daud menghentikan elusannya pada pagina Siti. Siti justru memeluk Daud lebih erat dan seperti tak mau melepaskannya. Siti naik ke tubuh Daud. Bibir paginanya berada tepat pada paha Daud. Di jepitnya paha Daud kuat-kuat dan digesek-gesekkannya klitorisnya pada paha Daud. Nafasnya terengah-engah. Gesekannya semakin cepat dan cepat, lalu jepitannya semakin kuat. Siti mendesah panjang. Lalu dia lemas. Siti sudah pula orgasme. Siti nafasnya memburu dengan cepat. Sampai akhirnya mereka tertidur. Suara ayam berkokok pagi itu, membangunkan Siti. Dengan cepat dia bangan. Dia melihat tubuhnya telanjag bulat, sama dengan abangnya Daud. Dia ambil piyamanya dan dia berlari ke dapur setelah memakai pakaiannya, menunaikan tugasnya menhyiapkan sarapat. Setelah hidangan tersedia, dia bangunkan abangnya Daud. Saat Daud menggeliat terbangun, Siti langsung meninggalkannya. Daud mengetahui dirinya telanjang bulat. Dengan cepat dia pakaian dan pergi ke kamar mandi. Mereka sarapan pagi berdua dengan diam. Masing-masing mereka merasa malu. Ketika pergi ke sekolah, di atas sepeda motor, mereka juga masih dalam keadaan diam. Baik Daud dan Siti tidak konsentrasi, ketika belajar di sekolah. Sampai-sampai gurunya menegur, kenapa Daud termenung. Hal sama juga terjadi pada diri Siti. Mereak memang satu sekolah. SMP dan SMU di bawah satu naungan yayasan. Begitu lonceng sekolah berbunyi pertanda semua pelajaran untuk hari itu usai, Daud seperti biasa langsung ke tempaty sepeda motornya yang terparkir. Dan biasanya adiknya Siti sudah menunggu di sana atau sebaliknya Daud yang menunggu adiknya. Mereka pulang berboncengan. yang satu berseragam putih-biru dan Daud berseragam putih-abu-abu. Mereka seperti biasa, sempat membeli seikat sayur dan tiga ekor ikan, untuk lauk mereka makan siang dan makan malam. Untuk sarapan, mereka biasa makan roti atau makanan lainnya dan jajan di kantrin sekolah. Berdua mereka memasak di dapur dan bersama menghidangkan makanan. Lalu berdua pula mereka mencuci piring bekas periuk dan kuali serta piring da sebagainya di kamar mandi. Ketkka mata mereka beradu, Daud sengaja memberikan senyum kepada adiknya adar suasana tidak kaku. Tapi Siti malah tertunduk. Daud mencari akal, bagaimana mencairkan suasana agar tidak kaku. Ketika Siti membawa cucian ke rak piring, saat itu, Daud datang dan memeluk adiknya dari belakang. Siti diam saja dan meneruskan menyusun piring pada rak piring. "Kamu marah, Ti?" "TIdak. Tapi tadi malam kok kita bisa tidur telanjang berdua, ya" tanya Siti yang jawabnya dia sendiri tentunya sudah tau. "Sudah tak usah dipikirkan. Yang penting, tak seorang yang boleh tau," kata Daud. "Betul? Abang tidak cerita pada siapa-siapa kan?" kata Siti. "Sumpah. Aku tidak akan cerita," jawab Daud. DIablikkannya tubuh Siti, hingga mereka sudah saling berhadapan. Dipeluknya tubuh adiknya itu dan diciumnya kening Siti. Siti membalas pelukan Daud. Suasana, kini sudah mencair. Daud bahagia sekali. Rupanya, Siti takut, kalau-kalau Daud akan bercerita atas kejaidan tadi malam. Seusai belajar di kamar Daud (karean di kamar itu ada komputer dan meja belajarnya juga besar), mereka menyusun buku-buku ubntuk besok. "Kamu tidur di kamarku lagi, ya," kata Daud. Siti tak menjawab. Dikembalikannya buku dan tasnya ke kamarnya. Daud merebah diri dikasurnya. Beberap amenit kemudian, terdengar suara pintu terbuka dan Siti muncul, lalu menutup pintu dan menguncinya. Siti merebahkjan diri di samping Daud. Daud langsung memeluk Siti dan mencium bibirnya. Mereka sudah saling melumat, memeluk dan mengelus. Daud menghentikannya sejenak. Dia berdiri dan membuka semua pakaiannya. Setelah dia telanjang di kamar yang lampunya tidak dimatikan, Siti melihat jelas tubuh Daud yang telanjang. Daud mendekati Siti lalu membuka pakaian Siti satu-persatu. Siti tidak menolak, tapi dia tertunduk malu. Setelah semuanya terlepas dari tubuh mereka, Daud kembali memeluk Siti. Dijilatinya susu Siti bergantian. Dielusinya pagina yang ditumbuhi bulu masih beberapa lembar itu. Keduanya sudah berada pada alam bawah sadar. Sep3erti yang pernah ditonton Daud pada BF, dia praktekkan kepad adiknya Siti. Daud menjilati pagina Siti setelah mengangkangkan kedua paha itu lebar-lebar. Siti menggelinjang. "Baaaannggg...apa enggak jijik njilati memek Siti?" "Ohhh...baaaanggg...enaaaakkkk" Siti berbisik. Daud amembalikkan tubuhnya. Kini penisnya berada di wajah siti. Dimintanya Siti menjilati dan mengulum penisnya sedang dia sendiri terus menjilati pagina Siti. Daud kembali membalikkan tubuhnya. Dia sudah berada di antar kedua paha SIti. Diarahkannya penisnya ke lubang pagina Siti. Perlahan-lahan dia dorong penis itu menusuk liang pagina Siti. "Aduuuhhh...pelan Bang..." Daud menahan sejenak tusukannya. Kemudian dia lanjutkan lagi. Berulang-ulang hal itu dilakukannya, hinga kini semua penisnya sudah hilang tertelan pagina Siti. Daud memaju-mundurkan penisnya di dala liang pagina Siti. Makn lama makin cepat. Keduanya saling memeluk erat dan erat. Keduanya saling mendesah dan mendesah. Kedaunya orgasme dan merasa nimmat. Sejak saat itu, mereka terus menerus melakukan senggama dengan berbagai gaya.

Nah, itulah cerita sex kali ini, semoga bermanfaat dan bisa membuat anda crott lagi... Hehehe... Maaf saya tidak bertanggung jawab atas semuanya.... Dosa tanggung sendiri yak... :v :v share fb yoooo di link di bawah ini...!!!

Tags : Cerita Sex Sedarah Daging, Cerita Bokep 17 Tahun Terbaru Sedarah Daging, Cerita Sex Ngentot Paling Hot, Koleksi Cerita Sex Terbaru Dan Terpopuler, cerita bokep paling gokil, cerita sex smp dan sma, cerita sex guru dan anak sekolah, cerita sex masih kecil 17 tahun keatas... Meracuk.com laguandi.com